FITOKIMIA 1

 

  1. Simplisia dapat dibagi menjadi beberapa jenis kecuali..

Simplisia dibagi menjadi simplisia nabati, hewani, pelikan atau mineral

 

  1. Tujuan dilakukannya pengeringan pada pembuatan simplisia, kecuali …

Tujuan pengeringan utk mendapatkan bahan yg awet, tdk rusak, dan dapt digunakan dan disimpan dalam jangka waktu lama

 

  1. ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat disebut … farmakognosi

 

  1. Setiap simplisia memiliki kadar zat aktif yang bervariasi hal tersebut bergantung pada, kecuali

Kadar zat aktif dilihat dari waktu pemanenan, umur dan bagian yang digunakan

 

  1. Faktor yang paling berperan dalam pengumpulan bahan baku yaitu masa panen

 

  1. Berikut ini proses penyiapan simplisia yang bertujuan untuk mempermudah pengeringan sehingga waktu lama pengeringan dapat dihemat adalah perajangan

 

  1. Rimpang merupakan metamorfosis bagian tumbuhan batang

 

  1. Suatu proses pengayakan dimana menggunakan sistem batch disebut pengayakan analitik

 

  1. Suatu proses pengayakan dimana menggunakan sistem kontinu disebut pengayakan preparatif

 

  1. Dibawah ini faktor-faktor penting terhadap penggilingan bahan yaitu

Faktor internal: luas permukaan,kadar air, ukuran, komposisi bhn kimia

Faktor eksternal: lingkungan, alat

 

  1. Hal-hal yang mencakup pada tahapan pemisahan , yaitu

Konversi kimia, distribusi antara dua fasa, pemisahan secara fisik/mekanik

 

  1. Kriteria Pelarut yang baik,kecuali…

Kriteria pelarut yang baik: tidak toksik, tidak korosif, tidak mahal, volalitas, dapat diregenerasi, selektif, viskositas cukup rendah.

 

  1. Macam-macam pelarut organik kecuali

Contoh pelarut organik: eter, kloroform, benzena, n-heksana, metanol, etil asetat, toluen, dll

 

  1. Macam-macam struktur kimia pelarut organik, kecuali…

Macam2 pelarut menurut struktur kimia: pelarut hidroksi, oksigen, belerang, klor, hidrokarbon, nitrogen, asam

 

  1. Efek samping penggunaan pelarut organik dibawah ini adalah..

Toksik, mudah terbakar, mahal

 

  1. Dibawah ini yang merupakan pelarut organik golongan n-hidrokarbon alifatik adalah n-heksana

 

  1. Dibawah ini yang merupakan pelarut organik adalah

Contoh pelarut organik: eter, kloroform, benzena, n-heksana, metanol, etil asetat, toluen, dll

 

  1. Pelarut yang bukan senyawa organik selain air adalah

Contoh amonia, cairan klorida, cairan sulfur dioksida, dll

 

  1. Kerugian pengunaan pelarut organik..

Toksik, mudah terbakar, mahal

 

  1. Pelarut organik yang mempunyai sifat non polar, kecuali..

Contoh pelarut organik non-polar: benzen, n- heksana

 

  1. Apa yang dimaksud dengan Kromatografi ……

Teknik pemisahan fisik campuran komponen berdasarkan migrasi dari masing-masing komponen pada fasa diam dibawah pengaruh fasa gerak.

 

  1. Sedangkan yang di maksud dengan Kromatografi kolom adalah …..

Metode pemisahan yang menggunakan tekanan gravitasi ataupun vakum. Biasanya fasa diam berupa silika60H, dan fasa gerak dari semi polar sampai non-polar.

 

  1. Absorben pada kromatografi lapis tipis yang biasa di gunakan adalah silikaGF254

 

  1. Kromatografi lapis tipis biasa di gunakan untuk ? Untuk melihat jumlah komponen dlm campuran

 

  1. Hasil pemisahan dengan teknik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis dapat dikarakterisasi dengan …. Nilai rf

 

 

  1. Apa yang di maksud dengan rf pada kromatografi ….. jarak yang ditempuh sampel/fase gerak dari awal

 

  1. Apa yang dimaksud dengan fraksinasi… proses pemisahan senyawa2 berdasarkan tingkat ke polaran

 

  1. Sebutkan macam-macam fraksinasi….ekstrasi cair-cair dan kromatografi

 

  1. Apa yang menjadi prisip dilakukannya ekstraksi… untuk 2 atau lebih pelarut yg tdk saling bercampur

 

  1. Fungsi kadar abu… Memberikan gambaran kandungan mineral internal eksternal yg berasal dari proses awal sampai terbentuknya ekstrak

 

  1. Kenapa cemaran mikroba tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan… Berpengaruh pada stabilitas bahan serta adanya kontaminasi

 

  1. Berikut merupakan faktor eksternal mutu ekstrak kecuali… Jenis senyawa aktif dlm bahan

 

  1. Bobot jenis adalah… Batasan rentang besarnya masa persatuan volume yg merupakan parameter khusus ekstrak cair sampai ekstrak kental yg msh dpt dituangkan

 

  1. Sisa pelarut secara umum ditentukan dengan… Kromatografi partisi

 

  1. Faktor internal mutu ekstrak adalah… Kadar total rata2 senyawa aktif

 

  1. Ekstraksi apa yang dilakukan jika rapinat berbentuk zat padat Cair – padat

 

  1. Ekstraksi apa yang dilakukan jika rapinat berbentuk zat cair Cair – cair

 

  1. Komponen-komponen yang termostabil dapat diekstraksi dengan cara? Cair – cair

 

  1. Komponen-komponen yang termolabil dapat diekstraksi dengan cara? Dingin

 

  1. Factor apa yang harus diperhatikan untuk memilih jenis pelarut yang sesuai

Tdk mdh melepas kembali gugus yg terlarut

 

  1. Bagaimana skema untuk ecc Dari polar – semi polar – non polar

 

  1. Bagaimana skema untuk ekstraksi bertingkat Dari non polar – semi polar – polar

 

  1. Manakah yang merupakan mekanisme ekstraksi pelarut, kecuali

Mekanisme ekstrasi pelarut solut yang dipindahkan dari cairan satu ke cairan lain yang tak bercampur dengan cara pengocokan.

 

  1. Manakah yang termasuk penggolongan kromatografi berdasarkan mekanisme adsorbsi dan partisi

 

  1. Yang disebut fasa diam yaitu stationer phase

 

  1. Fasa diam pada proses kromatografi disebut juga Stationer phase

 

  1. Fasa gerak pada proses kromatografi disebut juga … mobile phase

 

  1. Zat uji yang akan dipisahkan atau dianalisa dengan cara kromatografi disebut juga ….solut
  2. Dalam proses  kromatografi lapis tipis, yang bermigrasi pada plat kromatografi adalah ….. fasa gerak dengan solut
  3. Kromatografi lapis tipis termasukjenis  kromatografi … planar
  4. Kromatografi kertas termasuk jenis kromatografi … planar
  5. Kromatografi kolom termasuk jenis  kromatografi … kolom
  6. Pada “paper chromatography” sebagai stationary phase  dan mobile phase dapat berupa fasa diam: air yang terikat pada selulosa, fasa gerak: smei polar atau non polar
  7. Pada kromatografi penukar ion, berfungsi sebagai fasa diam adalah …resin yang mempunyai gugus fungsi tertentu
  8. Faktor yang mempengaruhi mutu simplisia adalah…bahan baku dan penyimpanan bahan baku, prosespemmbuatan simplisia, cara pengepakan dan penyimpanan
  9. Dibawah ini adalah faktor biologi yang mempengaruhi mutu ekstrak.. identitas jenis, lokasi tumbuhan asal, umur dan bagian yg di gunakan, periode penanaman hasil tumbuhan, penyimpanan bahan tumbuhan.
  10. Faktor  kimia (internal) yang mempengaruhi mutu ektrak adalah… jenis senyawa aktif dalam bahan, komposisi kualitatif dan kuantitatif  senyawa aktif, kadar total rata-rata senyawa aktif
  11. Faktor kimia (eksternal) yang mempengaruhi mutu ekstrak adalah..metode ekstraksi, perbandingan ukuran alat, ukuran kekerasan dan kekringan bahan, pelarut dalam ekstraksi, kandungan logam berat dan kandungan peestisida.
  12. Dibawah ini yang termasuk parameter standar ekstrak non spesifik adalah..susut pengeringan, kadar air, bobot jenis, kadar abu,
  13. Dibawah ini yang termasuk parameter standar ekstrak spesifik adalah..identitas, organoleptic, kadar sari.
  14. Tujuan pengeringan pada pembuatan simplisia adalah… bahan awet,tidak mudah rusak dan penyimpanan lama
  15. Infus adalah sediaan yang dibuat pada suhu…90oC 30 menit
  16. Dekok adalah sediaan yang dibuat pada suhu 90-100oc selama…30 menit
  17. Maserasi adalah sediaan yang dibuat pada suhu.. suhu kamar (20-25oc)
  18. Salah satu ekstraksi dengan cara panas yaitu…reflux, soxhlet dan infusa
  19. Salah satu ekstraksi dengan cara dingin yaitu… meserasi dan perkolasi
  20. Untuk senyawa yang termostabil dapat menggunakan ekstraksi dengan cara panas
  21. Untuk senyawa yang termolabil dapat menggunakan ekstraksi dengan cara..dingin
  22. Senyawa termostabil adalah senyawa yang mempunyai sifat…tahan terhadap panas
  23. Senyawa termolabil adalah senyawa yang mempunyai sifat.. yang tidak tahan terhadap panas
  24. Jika di dalam simplisia banyak mengandung senyawa yg terikat dengan gula (bentuk glikosida) dapat diketahui dari hasil uji…kadar sari larut air
  25. Dalam pegujian kadar abu dapat diperoleh informasi bahwa simplisia… mempunyai senyawa anorganik dan mineral
  26. Jika simplisia dalam bentuk daun dan mengandung metabolit sekunder aktif yang tahan terhadap panas, maka metode ekstraksi yang digunakan adalah… panas (sochlet)
  27. Cara kerja ekstraksi dengan menggunakan soklet adalah Penyaringan yang berulang ulang sehingga hasil yang didapat sempurna dan pelarut yang digunakan relatif sedikit. Bila penyaringan ini telah selesai, maka pelarutnya diuapkan kembali dan sisanya adalah zat yang tersari. Metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak melarutkan zat padat yang tidak diinginkan
  28. Cara menghitung rendemen ekstrak terhadap simplisia adalah Rf
  29. Jika diketahui nilai rendemen ekstrak terhadap simplisia 12%, dibutuhkan ekstrak 50 gram. Maka berapa gram jumlah bsimplisia byang harus digunakan agar didapat jumlah ekstrak yang  dibutuhkan…. 518 gram
  30. Dalam praktikum fitokimia dilakukan klt dengan pelarut tunggal dan pelarut campuran, tujuan pemantauan klt dengan pelarut campuran adalah… Mengetahui pemisahan senyawa yang paling baik dan jumlah pemisahan senyawa yang paling banyak
  31. Terbentuknya warna merah pada lapisan amil alkohol merupakan reaksipositif pada senyawa. Alkaloid
  32. Pada skrining senyawa golongan fenol penambahan fecl3 akan bereaksi dengan gugus fungsi… -OH
  33. Urutkan kepolaran pelarut di bawah ini dari yang paling non polar Butanol, Eter, Etil Asetat, Aseton, Etanol, Metanol
  34. Tujuan penyemprotan hasil klt dengan menggunakan koh dalam metanol adalah mengidentifikasi senyawa pengotor
  35. Prinsip kromatografi lapis tipis adalah partisi
  36. Pada plat klt yang disebut sebagai fase diam adalah silica gel
  37. Pada proses fraksinasi dengan menggunakan kcv ataupun ecc, pelarut yang pertama digunakan memiliki sifat polar
  38. Hasil klt yang berwarna biru di bawah sinar uv kemudian di uapai dengan amoniak dan tetap berwarna biru ketika kembali dilihat di bawah sinar uv, kemungkinan senyawa tersebut adalah isoflavon
  39. Skrining senyawa metabolit sekunder yang paling sederhana adalah flavonoid
  40. Klt dapat dilakukan pada tahap karakterisasi simplisia
  41. Setelah kita pisahkan metabolit sekunder dengan ekstrak  cair cair , metode selanjutnya apa yang harus di lakukan KLT
  42. Fasa diam kcv adalah silica gel GF254
  43. Penggolongan pelarut, berdasarkan kepolaran dan gugus fungsi true

 

 

 

Iklan

Wenz_Li's Collections

Replay

Title: Replay

Author: Wenz_Li (follow me: @Wenz_Li)

Genre: Romance, Tragedy

Rating: PG – 13

Length: Ficlet Series

Casts:

  • Lee Yoorin
  • Kim Jongin (Kai)
  • Kim Kibum (Key)
  • Oh Sehun

Summary: “Kau tidak boleh melupakannya, kau harus mengingatnya dan kau harus bertanggung jawab untuk semua yang telah terjadi.”

Lihat pos aslinya 2.281 kata lagi

Masa kecil Hhaha =D

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Masih inget taun 90’an??Jaman SD-SMP kita dulu yg pernah Trend?

*Artis cilik Bondan Prakoso (Lumba”)Eno Lerian (Nyamuk nakal)Melisa (Semut” kecil)MeysiTrio Kwek2Agnes Monica

*Baca komik Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy atau StoryBook Ghoosebumps dikelas sampe disita guru

*Rebutan main Mesin Dingdong. Klo yg tajir beli Nintendo, Sega, ato Gameboy buat main game Mario Bross sama Sonic.

*Ngabisin koinan di Telpon umum atw Wartel, PDKT sama kenalan.

*Pake jam G-shock

*Main Monopoli, Ular Tangga atw Kartu Hologram, Kuartet yg kalah d coret pake bedak

*Maen TAMIYA sampe lupa waktu, akirnya Ortu dateng cariin ke trek tempat maen tamiya

*Makan ANAK MAS n coklat coki2 yg msi eksis mpe skrang

*Beli coklat Ayam Jago sama Wafer coklat merk SUPERMAN n Makan Jagoan Neon biar lidah nya berubah warna warni

*Setelah era sablon sama bordiran ALIEN atw Shuvit berlalu gantian pake baju ala POINT BREAK (Stussy,Mossimo, Billabong, Rip Curl,Volcom dll)

*Bangga make tas slempang bermerk KutaLines atw Dagadu

*Nonton KOTARO MINAMI jd Ksatria Baja Hitam dan SaintSeiya Sama Power Ranger

*Beli sepatu skolah yg diblakangnya ad lampu nyala (PRO ATT)

*Ngumpulin TAZOS dari Chiki, Chitato yg banyak punya koleksi bangga

*Melihara binatang yg hrus d ksih mkan tiap hari n ga hrs beli kandang,Yuup..,TAMAGOTCHI

*Ngumpulin krtas file lucu2 n tuker2an sm tmn:$ Baca lebih lanjut

3. Shaniqua’s Message

Tag

, , , , , , , , , , ,

“Aaaaaa!!!! Aku senang sekali, besok adalah hari valentine”, Kayla berteriak di meja makan.

“Lalu?”, sahutku dengan sinis.

“Ah, itu bukan urusanmu bodoh!”, jawab Kayla.

“Sudahlah, ayo cepat kalian pergi ke sekolah nanti kalian terlambat!”, seru ayah.

Aku dan Alaric pun segera berdiri dan menuju keluar rumah, dan menuju ke garasi. “Ayah, hari ini aku pakai mobil yang ini ya?”, seru Alaric sambil mengambil kunci mobil Cadilac berwarna silver di dinding. Alaric segera menginjak gas, dan kami menuju ke sekolah.

Saat sampai di sekolah, aku dan Alaric berpisah di depan pintu ruang kelasku. “Hey, sampai nanti ya!”, seru Alaric.

Suara bell berbunyi, anak-anak pun segera memasuki ruang kelas. Seperti biasa, aku duduk di sebelah Cloud dan Yurin. Tidak lama kemudian, tuan Arthur memasuki ruang kelas. Ini adalah kelas biologi.

“Baik, selamat pagi anak-anak, untuk materi kali ini saya akan membagi kalian dalam kelompok-kelompok. Silahkan kalian buat kelompok kalian sendiri, tiap kelompok terdiri dari 4 orang”, ucap tuan Arthur.

Sementara orang lain sibuk mencari kelompok, aku hanya diam saja, karena aku belum terlalu banyak mengenal orang-orang disini.

“Hey! Ada yang mau menjadi kelompokku?”, Cloud berteriak-teriak mencari kelompok. Tetapi disana tidak ada seorangpun yang menghiraukannya.

“Hah! Memangnya siapa yang mau satu kelompok dengan orang aneh sepertimu?!”, ucap Yurin dengan sinis.

“Kau ini! Coba lihat saja dirimu, memangnya ada yang mau sekelompok dengan mu?”, bals Cloud. Dari tadi Yurin memang hanya diam saja di kursinya.

“Aku selalu bisa mengerjakan semuanya sendirian!”, balasnya.

“Ingat! Dalam tugas kali ini, kalian harus bekerja dalam kelompok. Saya tidak mau menerima tugas yang bukan dikerjakan bersama kelompok!”, tuan Arthur mengigatkan.

“Hah! Dengar itu!”, Cloud meledek Yurin dengan puasnya.

“Hey kau anak baru! Kau masuk ke dalam kelompokku!”, ucap Yurin kepadaku.

“Kau kira kau ini siapa? Seenaknya saja memutuskan! Tentusaja El akan masuk kedalam kelompokku!”, jawab Cloud sambil menepuk pundakku. Tentu saja aku menhindarkan pundakku untuk melepaskan tangannya.

“Hey! Sudah tidak usah rebut, kalian ber3 adalah 1 kelompok.”, seru tuan Arthur.

Sementara itu di kelas matematika Alaric…. Baca lebih lanjut

2. Gift from Joaquin

Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

“Hey Kayla! Siapa nama pria tampan itu?”, Tanya Forbes.

Hah? Aku keheranan “untuk apa dia menanyakan tentang Alaric?jangan jangan dia menyukai Alaric.”,ucap Kayla dalam hatinya.

“iyah iyah, siapa namanya?”, tambah Vicky.

“Hey, Vicky! untuk apa kau menanyakannya juga? Dia itu milikku! Ayo Kayla, katakana padaku siapa namanya?”, balas Forbes.

“Iyah iyah, maaf kan aku, aku kan hanya ingin tahu saja”, jawab Vicky.

“Alaric”, jawabku sambil memakan makananku.

“Apa?”, Tanya Forbes dan Vicky sangat bersemangat, bersamaan.

“Namanya Alaric”, Kayla mengulanginya lagi.

“Hmm, namanya sangat keren!!! Seperti orangnya”, ucap Vicky sambil melihat kearah Alaric. Baca lebih lanjut

1. It’s a Brand New Day!

Tag

, , , , , , , ,

Saat usiaku hampir 16 tahun keluargaku memutuskan untuk pindah ke kota ini. Kota yang mungkin bisa di bilang aneh, tetapi ini semua nyata. Rumahku di kota ini memiliki halaman yang luas, dan memang setiap rumah di wilayah ini pun begitu. Tidak ada rumah rumah yang berdekatan seperti di kompleks kompleks rumahku yang dulu.

“Yeah! Akhirnya kita sampai juga!!! Hey, bangun anak bodoh!”, teriak Kayla membangunkanku. Sepanjang perjalanan aku hanya duduk di dalam mobil, mendengarkan music dari Handphone ku. Satu hal lagi, aku mempunyai hobi untuk menggambar makhluk-makhluk mystic. Aku mendapatkan hobi ini semenjak keluargaku tinggal di Coven Hill. Sesekali aku pernah berfikir, apakah ini hobi atau mungkin bisa dibilang semacam kemampuan aneh yang aku miliki. Kadang, secara tiba-tiba saja aku menggambar makhluk-makhluk aneh ini. Dan aku juga sering mendapatkan semacam penglihatan tentang makhluk-makhluk aneh ini. Karena beberapa orang dari The Ipswitch’s mempunyai semacam kemampuan.

Dari “jenis” ku ini, yang disebut Diablo mungkin hanya aku dan kakak laki-laki ku, Alaric yang bias melihat tanda-tanda “makhluk” selain manusia. Sepanjang perjalanan dari mulai memasuki wilayah Coven Hill ini, aku melihat banyak sekali hal-hal aneh. Seperti bulu-bulu berwarna putih yang bercahaya beterbangan, ada semacam makhluk kecil, yang terbang kesana kemari sambil bernyanyi. Aku merasa sedikit aneh, tetapi Alaric menyuruhku diam saja. Sambil tersenyum.

Akhirya aku sampai juga di rumah baruku ini. Saat turun dari mobil, aku melihat anak-anak remaja seumuranku sedang bermain di taman. Mereka seperti sedang melihat kearah kami, seperti ada sesuatu yang sedang mereka pikirkan.

Wow, aku terkejut! Baca lebih lanjut

Koloid, Larutan, Suspensi

Tag

, , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

Sistem koloid berhubungan dengan proses – prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Baca lebih lanjut

BAB II

Tag

, ,

KEMOTERAPEUTIKA

Pengertian

Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, amoeba, fungi, protozoa, cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia. Berdasarkan khasiatnya terhadap hama / bakteri, kemoterapi dibedakan atas :

Bakterisida yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat untuk mematikan hama, contoh : fenol, iodium, sublimat.

Bakteriostatika yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan pembiakan bakteri, sedang pemusnahan selanjutnya dilakukan oleh tubuh sendiri secara fagositosis (kuman dilarutkan oleh leukosit atau sel-sel daya tangkis tubuh lainnya),contohnya antibiotika spektrum sempit.

Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah :

a.  Antibiotika

Baca lebih lanjut

BAB I

Tag

, , ,

DASAR-DASAR UMUM FARMAKOLOGI

A.      Perkembangan Sejarah Obat

Yang di maksud dengan obat ialah semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut   gejala-gejalanya.

Kebanyakan obat yang digunakan dimasa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba –coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit. Pengetahuan ini secara turun temurun disimpan dan dikembangkan, sehingga muncul ilmu pengobatan rakyat, sebagaimana pengobatan tradisional jamu di Indonesia.

Obat yang pertama digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang di kenal dengan  sebutan obat tradisional (jamu). Obat-obat nabati ini di gunakan sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktivitas yang seringkali berbeda-beda tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya.

Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif  yang terkandung dalam tanaman – tanaman sehingga menghasilkan serangkaian zat – zat kimia sebagai obat misalnya efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris , atropin dari Atropa belladonna, morfin dari Papaver somniferium, digoksin dari Digitalis lanata, reserpin dari Rauwolfia serpentina, vinblastin dan Vinkristin adalah obat kanker dari  Vinca Rosea.

Pada permulaan abad XX mulailah dibuat obat – obat sintesis, misalnya asetosal,  di susul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Sejak tahun 1945 ilmu kimia,  fisika dan kedokteran berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan sekali bagi penyelidikan yang  sistematis dari obat-obat baru.

Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno semakin terdesak oleh obat-obat baru. Kebanyakan obat-obat yang kini digunakan di temukan sekitar 20 tahun yang lalu, sedangkan obat-obat kuno di tinggalkan dan diganti dengan obat modern tersebut.

B.      Definisi dan Pengertian :

Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi, resorpsi, dan nasibnya dalam organisme hidup. Dan untuk menyelidiki semua interaksi antara obat dan tubuh manusia khususnya, serta penggunaannya pada pengobatan penyakit disebut farmakologi klinis.  Ilmu khasiat obat ini mencakup beberapa bagian yaitu :

  1. 1. Farmakognosi, mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat – zat aktifmya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.

Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber untuk obat – obat baru  berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi semakin  penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi (Yunani ; phyto =  tanaman), misalnya tingtura echinaceae (penguat daya tangkis), ekstrak Ginkoa biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol), tingtur hyperici (antidepresi) dan ekstrak feverfew (Chrysantemum parthenium) sebagai obat pencegah migrain.

2. Biofarmasi, meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh untuk diresorpsi dan untuk melakukan efeknya juga dipelajari (farmaceutical dan biological availability). Begitu pula kesetaraan terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic equivalance). Ilmu bagian ini mulai berkembang pada akhir tahun 1950an dan erat hubungannya dengan farmakokinetika.

3.  Farmakokinetika, meneliti perjalanan obat mulai dari saat pemberiannya, bagaimana absorpsi dari usus, transpor dalam darah dan distrtibusinya ke tempat kerjanya dan jaringan lain. Begitu pula bagaimana perombakannya (biotransformasi) dan akhirnya ekskresinya oleh ginjal. Singkatnya farmakokinetika mempelajari segala sesuatu tindakan yang dilakukan oleh tubuh terhadap obat.

4. Farmakodinamika,  mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek terapi yang ditimbulkannya. Singkatnya farmakodinamika mencakup semua efek yang dilakukan oleh obat terhadap tubuh.

  1. 5. Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap tubuh dan sebetulnya termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika, karena efek terapi  obat barhubungan erat dengan efek toksisnya.

Pada hakikatnya setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja sebagai racun dan merusak organisme. ( “Sola dosis facit venenum” : hanya dosis membuat racun racun, Paracelsus).

6. Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di satu pihak dan penyakit di pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas pengalaman yang lama (dasar empiris). Phytoterapi menggunakan zat – zat dari tanaman untuk mengobati penyakit.

Obat – obat yang digunakan pada terapi dapat dibagi dalam tiga golongan besar  sebagai berikut :

1.  Obat farmakodinamis, yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia dalam tubuh, misalnya hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.

2.  Obat kemoterapeutis, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah. Hendaknya obat ini memiliki kegiatan farmakodinamika yang sekecil – kecilnya terhadap organisme tuan rumah berkhasiat membunuh sebesar – besarnya terhadap sebanyak mungkin parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat – obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat – obat kanker) juga dianggap termasuk golongan ini.

3.  Obat diagnostik merupakan obat pembantu untuk melakukan diagnosis (pengenalan penyakit), misalnya untuk mengenal penyakit pada saluran lambung-usus digunakan barium sulfat dan untuk saluran empedu digunakan natrium propanoat dan asam iod organik lainnya.

C.      Farmakope dan Nama Obat

Farmakope adalah buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat – obat penting serta persyaratannya akan identitas, kadar kemurnian, dan sebagainya, begitu pula metode analisa dan resep sediaan farmasi. Kebanyakan negara memiliki farmakope nasionalnya dan obat – obat resmi yang dimuatnya merupakan obat dengan nilai terapi yang telah dibuktikan oleh pengalaman lama atau riset baru. Buku ini diharuskan tersedia pada setiap apotik.

Telah dikeluarkan pada tahun 1962 (jilid I) disusul dengan jilid II (1965), yang mengandung bahan – bahan galenika dan resep. Farmakope Indonesia jilid I dan II telah direvisi menjadi Farmakope Indonesia Edisi II yang mulai berlaku sejak 12 November 1972. Pada tahun 1979 terbit Farmakope Indonesia Edisi III kemudian Farmakope Indonesia Edisi IV terbit pada tahun 1996.

Sebagai pelengkap Farmakope Indonesia, telah diterbitkan pula sebuah buku persyaratan mutu obat resmi yang mencakup zat, bahan obat, dan sediaan farmasi yang banyak digunakan di Indonesia, akan tetapi tidak dimuat dalam Farmakope Indonesia. Buku ini diberi nama Ekstra Farmakope Indonesia 1974 dan telah diberlakukan sejak 1 Agustus 1974 sebagai buku persyaratan mutu obat resmi di samping Farmakope Indonesia.

Di samping kedua buku persyaratan mutu obat resmi ini, pada tahun 1996 telah diterbitkan pula sebuah buku dengan nama Formularium Indonesia, yang memuat komposisi dari beberapa ratus sediaan farmasi yang lazim diminta di minta di apotik. Buku ini sudah direvisi pula dan edisi kedua dari buku ini telah diberlakukan per 12 November 1978 dengan nama Formularium Nasional.

Obat paten atau spesialite  adalah obat milik suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindingi hukum, yaitu merk terdaftar atau proprietary name. Banyaknya obat paten dengan beraneka ragam nama yang setiap tahun dikeluakan oleh industri farmasi dan kekacauan yang diakibatkannya telah mendorong WHO untuk menyusun Daftar Obat dengan nama – nama resmi. Official atau generic name (nama generik) ini dapat digunakan disemua negara tanpa melanggar hak paten obat bersangkutan. Hampir semua farmakope sudah menyesuaikan nama obatnya dengan nama generik ini, karena nama kimia yang semula digunakan sering kali terlalu panjang dan tidak praktis. Dalam buku ini digunakan pula nama generik, untuk jelasnya di bawah ini diberikan beberapa contoh :

Nama Kimia

Nama Generik

Nama Paten

Asam asetilsalisilat Asetosal Aspirin (Bayer)

Naspro (Nicholas)

Aminobenzil penisillin Ampisilin Penbritin (Beecham)

Ampifen (Organon)

D.      Macam -Macam Sediaan Umum

Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV,macam – macam sediaan umum adalah sebagai berikut :

  1. 1.       Aerosol, adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol lingual ) atau paru – paru ( aerosol inhalasi ).
  1. 2.       Kapsul , adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Digunakan  untuk pemakaian oral.
  1. 3.       Tablet , adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
  1. 4.       Krim, adalah sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
  1. 5.       Emulsi, adalah sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil.
  1. 6.       Ekstrak, adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat baku yang ditetapkan.
  1. 7.       Gel (Jeli), adalah sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar , terpenetrasi oleh suatu cairan.
  1. 8.       Imunoserum, adalah sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian.
  1. 9.       Implan atau pelet, adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi ( dengan atau tanpa eksipien ), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh ( biasanya secara sub kutan ) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.

10.   Infusa.  adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90O selama 15 menit.

11.   Inhalasi, adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik.

  1. Injeksi adalah sediaan steril untuk kegunaaan parenteral, yaitu di bawah atau menembus kulit atau selaput lendir.
  1. Irigasi, larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga – rongga tubuh, penggunaan adalah secara topikal.
  1. Lozenges atau tablet hisap, adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut.
  1. Sediaan obat mata :

a.   Salep mata, adalah salep steril yang digunakan pada mata.

b.   Larutan obat mata, adalah larutan steril, bebas partikel asing, merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.

16.   Pasta, adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat  yang ditujukan untuk pemakaian topikal.

17.   Plester, adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.

  1. Serbuk, adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan,  berupa serbuk yang dibagi – bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi (pulvis)
  1. Solutio atau larutan, adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Terbagi atas :
    1. Larutan oral, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral.  Termasuk ke dalam larutan oral ini adalah :

–      Syrup, Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi

–      Elixir, adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut.

  1. Larutan topikal, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan topical paad kulit atau mukosa.
  1. Larutan otik, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam telinga.
  1. Larutan optalmik, adalah sediaan cair yang digunakan pada mata.
  1. Spirit, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat yang mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan.
  2. Tingtur, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol di buat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia
  1. Supositoria, adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rectal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh.

E.      Cara – Cara Pemberian  Obat

Di samping faktor formulasi, cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Tergantung dari efek yang diinginkan, yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh) atau efek lokal (setempat), keadaan pasien dan sifat – sifat fisika-kimia obat.

1.       Efek Sistemis

(a)   Oral, Pemberiannya melalui mulut

(b)   Oromukosal, Pemberian melalui mukosa di rongga mulut, ada dua macam cara yaitu :

  • Sublingual : Obat ditaruh di bawah lidah.
  • Bucal : Obat diletakkan diantara pipi dan gusi

(c)   Injeksi, adalah pemberian obat secara parenteral atau di bawah atau menembus kulit / selaput lendir. Suntikan atau injeksi digunakan untuk memberikan efek dengan cepat.

Macam – macam jenis suntikan :

  • Subkutan / hypodermal (s.c) : Penyuntikan di bawah kulit
  • Intra muscular (i.m) : Penyuntikan dilakukan kedalam otot
  • Intra vena (i.v) : Penyuntikan dilakukan di dalam pembuluh darah
  • Intra arteri (i.a) : Penyuntikan ke dalam pembuluh nadi (dilakukan untuk membanjiri suatu organ misalnya pada penderita kanker hati)
  • Intra cutan (i.c) : Penyuntikan dilakukan di dalam kulit
  • Intra lumbal : Penyuntikan dilakukan ke dalam ruas tulang belakang (sumsum tulang belakang)
  • Intra peritoneal : Penyuntikan ke dalam ruang selaput (rongga) perut.
  • Intra cardial : Penyuntikan ke dalam jantung.
  • Intra pleural : Penyuntikan ke dalam rongga pleura
  • Intra articuler : Penyuntikan ke dalam celah – celah sendi.

(d)   Implantasi, Obat dalam bentuk pellet steril dimasukkan di bawah kulit dengan alat                 khusus (trocar), digunakan untuk efek yang lama.

(e)   Rektal, pemberian obat melalui rectal atau dubur. Cara ini memiliki efek sistemik lebih cepat dan lebih besar dibandingkan peroral dan baik sekali digunakan untuk obat yang mudah dirusak asam lambung.

(f)    Transdermal, cara pemakaian melalui permukaan kulit berupa plester, obat menyerap                        secara perlahan dan kontinue masuk ke dalam system peredaran darah, langsung ke                 jantung.

2.       Efek Lokal ( pemakaian setempat )

(a)   Kulit (percutan), obat diberikan dengan jalan mengoleskan pada permukaan kulit,                 bentuk obat salep, cream dan lotio

(b)   Inhalasi, Obat disemprotkan untuk disedot melalui hidung atau mulut dan penyerapan                         dapat terjadi pada selaput mulut, ternggorokkan danpernafasan

(c)   Mukosa Mata dan telinga, Obat ini diberikan melalui selaput / mukosa mata atau telinga, bentuknya obat tetes atau salep, obat diresorpsi ke dalam darah dan menimbulkan efek.

(d)   Intra vaginal, obat diberikan melalui selaput lendir mukosa vagina, biasanya berupa                obat antifungi dan pencegah kehamilan.

(e)   Intra nasal, Obat ini diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan selaput              mukosa hidung yang membengkak, contohnya Otrivin.